Kamis, 08 Januari 2009

Asal Mula SiGale-Gale di Tomok


SiGale-Gale













Jean Manortor hik..hik.. narsis banget













Duh... pegel juga lama-lama qeqe...


















Nah ini baru pas....

















Alkisah, dulunya seorang putra raja yang sangat tampan dan pandai sekali manortor (menari), ketika sang putra kesayangan raja meninggal dunia siraja pun sangat terpukul dan tak dapat menerima kenyataan bahwa anaknya telah tiada, raja pun sering tampak murung bahkan tidak mau keluar rumah. Melihat kejadian ini maka salah seorang merasa iba dan berfikir bagaimana caranya supaya sang raja bisa kembali seperti semula.

Maka dikumpulkanlah 3 orang, seorang pemain musik, seorang pemahat dan yang terakhir adalah seorang dukun. Setelah diskusi lalu dipahatlah patung mirip putra raja dari kayu dan pemain musik mengiringi sedangkan dukun membaca mantra hingga roh halus masuk kedalam patung tersebut yang akhirnya patung pun bisa berdiri dan manortor dengan sendirinya.
Mendengar musik kesayangannya lantas raja pun heran dan mengintip kok ada anakku disana apakah dia masih hidup? maka beliau datang menghampiri seraya bertanya dan mereka pun menjawab bahwa mereka melakukan ini semua supaya raja mau keluar dan tidak murung lagi.

Akhirnya boneka patung itu diberi nama SiGale-Gale yang artinya lemah gemulai, sejak saat itu SiGale-Gale sering dipakai pada saat ada pesta panen dan pesta-lainnya bila sudah selelai dipakai SiGale-Gale disimpan dan dimasukkan kedalam peti.

Hingga sekarang siGale-Gale masih dipakai hanya saja bedanya sekarang sudah mengenal agama maka tidak perlu dukun melainkan menggunakan tali untuk menggerakkan layakknya seorang dalang dan ini merupakan salah satu kekayaan budaya batak toba yang ada diTomok Samosir




Rumah batak toba persis disamping SiGale-Gale















Pasar Seni di Tomok















Tidak ada komentar: